BAHASA DAN LOGIKA
Pada umumnya orang take for granted bahwa bahasa hadir bersamaan dengan kehadiran manusia, sehingga di mana ada manusia, di situ pula ada bahasa. Jadi bahasa adalah given. Orang mulai menanyakan asal mula bahasa ketika ada persoalan mengenai hubungan antara kata dan makna, tanda dan yang ditandai, hakikat makna, dan perbedaan makna kata yang mengakibatkan kesalahpahaman.
Darwin (1809-1882) menyatakan bahwa bahasa hakikatnya lisan dan terjadi secaraevolusi, yakni berawal dari pantomime-mulut di mana alat-alat suara seperti lidah, pita suara, larynk, hidung, vocal cord dan sebagainya secara reflek berusaha meniru gerakan-gerakan tangan dan menimbulkan suara.
Max Miller (1823-1900), mengembangkan poo-pooh theory yang menyatakan bahwa bahasa manusia seperti halnya manusia sendiri yang berasal dari bentuk yang sangat primitif berawal dari bentuk ekspresi emosi saja. Contohnya, perasaan jengkel atau jijik diekspresikan dengan mengeluarkan udara dari hidung dan mulut, sehingga terdengar suara “pooh” atau “pish”
Echoic theory (bow-wow) yang mengatakan bahwa bahasa muncul sebagai tiruan bunyi-bunyi yang terdengar di alam, seperti nyanyian burung, suara binatang, suara guruh, hujan, angin, ombak sungai, samudra dan sebagainya. Teori ini juga menyatakan bahwa ada relasi yang jelas antara suara dan makna, sehingga bahasa tidak bersifat arbiter.
Teori “yo-he-ho” yang mengatakan bahasa pertama timbul dalam suasana kegiatan sosial di mana terjadi deram dan gerak jasmani yang secara spontan diikuti dengan munculnya bahasa
— Teori“seng-song” yang mengatakan bahasa berawal dari nyanyian primitif yang belum terbentuk oleh kelompok masyarakat. Selanjutnya nyanyian tersebut dipakai untuk menyampaikan maksud atau pesan dan membentuk struktur yang teratur walau sangat sederhana
Pythagoras, Plato, dan kaum Stoika berpendapat bahwa bahasa muncul karena “keharusan batin” atau karena “hukum alam”. Disebut “keharusan batin”, karena bahasa hakikatnya adalah perwujudan atau ekspresi dunia batin penggunanya
DEFINISI MENURUT PARA PAKAR
Plato : Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut
Ferdinand de Saussure ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain
Wittgenstein : bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis
bahasa alami adalah Antara kata dan makna merupakan kesatuan yang utuh atas dasar kebiasaan sehari-hari Spontan, bersifat kebiasaan, intuitif dan pernyataan langsung
bahasa buatan adalah Antara istilah dan konsep merupakan satu kesatuan yang bersifat relatif atas dasar pemikiran akal Berdasarkan pemikiran, sekehendak hati, diskusi, pernyatan tidak langsung
FUNGSI BAHASA
—Fungsi Informatif : sebagai sarana untuk membawa sebuah informasi.
—Fungsi Praktis/Dinamis : dipergunakan untuk maksud menghasilkan efek tertentu
—Fungsi Ekspresif: dipergunakan untuk menyatakan perasaan seseorang atau untuk memberikan tanggapan yang bersifat emosional
—Fungsi Performatif: untuk menyatakan sesuatu sekaligus menunjukkan relasi apa yang dikatakan
—Fungsi Seremonial : dipergunakan dalam pergaulan sosial sehari-hari dalam hubungan antar anggota masyarakat
—Fungsi Logis: dipergunakan untuk membuat penalaran analisis, penjelasan, serta penyelesaian masalah atau argumen.
BAHASA DALAM LOGIKA
Bahasa merupakan alat berpikir yang apabila dikuasai dan digunakan dengan tepat, maka akan dapat membantu kita memperoleh kecakapan berpikir, berlogika dengan tepat.
— Bahasa yang baik dan benar dalam praktik kehidupan sehari-hari hanya dapat tercipta apabila ada kebiasaan atau kemampuan dasar dari setiap orang untuk berpikir logis.
Sebaliknya, suatu kemampuan berpikir logis tanpa kemampuan bahasa yang baik, maka ia tidak akan dapat menyampaikan isi pikiran kepada orang lain
SUMBER : Dosen Fikom Uniga (Ibu Yenni S.Juliman)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar